Arjen Robben & Sejarah Rumit Chelsea dalam Pembajakan Transfer!

  • Whatsapp

Info Chelsea FC – Chelsea mengalami bursa transfer musim panas 2022 yang frustrasi sejauh ini. Terbaru, bek Sevilla Jules Kounde menjadi pemain papan atas yang lepas dari genggaman.

Kounde telah menjadi target prioritas Thomas Tuchel setelah kepergian Antonio Rudiger dan Andreas Christensen, tapi bek asal Prancis itu akhirnya memilih hengkang ke Barcelona.

Bacaan Lainnya

Chelsea tidak terbiasa dengan penolakan, tapi Kounde bukan yang pertama. Ada beberapa kesempatan lain ketika mereka kehilangan talenta terbaik meski telah mencapai tahap finalisasi transfer.

Di sisi lain, kubu London Barat juga beberapa kali melakukan trik pembajakan yang sama.

1. Arjen Robben (PSV ke Chelsea)

Kembali pada musim panas 2004, Arjen Robben kala berusia 20 tahun adalah salah satu properti terpanas sepakbola Eropa setelah awal karier cemerlang di PSV.

Manchester United jadi yang terdepan untuk mengamankan tanda tangan winger asal Belanda itu, dan ia terlihat selangkah lagi bergabung dengan klub setelah mengunjungi Carrington, tapi Chelsea menyodok pada menit terakhir untuk membungkam rival mereka.

Tawaran The Blues senilai £12 juta untuk Robben diterima, lebih dari dua kali lipat biaya yang ditawarkan United.

Ia memainkan peran kunci dalam skuat Jose Mourinho untuk memenangkan gelar Liga Primer Inggris musim 2004/05 dan 2005/06 sebelum hijrah ke Real Madrid pada 2007.

2. John Obi Mikel (Lyn ke Chelsea)

Chelsea sebenarnya melakukan salah satu pembajakan transfer paling terkenal sepanjang masa ketika mereka mendatangkan gelandang asal Nigeria, John Obi Mikel, dari klub Norwegia, Lyn.

Manchester United telah mengumumkan Mikel sebagai pemain baru pada April 2005 dan bahkan dia telah dipresentasikan kepada media dalam konferensi pers.

Tapi, The Blues lalu mengklaim bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan agen sang pemain.

3. Willian (Anzhi Makhachkala ke Chelsea)

Chelsea mengalahkan rival lainnya di Liga Primer untuk merekrut salah satu daftar pemain papan atas pada 2013 saat mereka mendapatkan gelandang Anzhi Makhachkala, Willian.

Winger asal Brasil itu sebetulnya telah menyelesaikan tes medis di Tottenham Hotspur dalam kesepakatan senilai £30 juta, tapi Abramovich secara pribadi campur tangan untuk meyakinkan sang pemain pindah ke London Barat ketimbang ke Utara.

4. Raphinha (Leeds ke Barcelona)

Melompat jauh ke jendela transfer musim panas ini dan keberuntungan Chelsea di pasar transfer telah berubah agak drastis menjadi lebih buruk.

Petinggi Leeds awalnya menerima, tapi Raphinha telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Barcelona dan memang punya cita-cita untuk pindah ke Camp Nou.

Chelsea lalu mengalihkan perhatian mereka untuk menyelesaikan kesepakatan penyerang Manchester City, Raheem Sterling, sebagai pengganti ketika Barca mengonfirmasi perekrutan Raphinha pada 15 Juli.

5. Matthijs de Ligt (Juventus ke Bayern Munich)

Chelsea mengutarakan minat mereka pada Matthijs de Ligt setelah bek asal Belanda itu jelas tengah mencari jalan keluar dari Juventus.

Bersama Nyonya Tua, ia gagal memenuhi harapan menyusul kepindahan saga dari Ajax pada 2019.

The Blues juga siap untuk membayar tinggi De Ligt, namun mereka keluar dari perlombaan ketika menjadi jelas bahwa sang pemain lebih suka pindah ke Bayern Munich.

6. Jules Kounde (Sevilla ke Barcelona)

Chelsea mengalihkan fokus dan upaya mereka kepada Kounde setelah gagal mendatangkan De Ligt.

Nama pertama hampir bergabung dengan The Blues pada Januari lalu dan klub menjaga komunikasi dengan Sevilla setelahnya dengan harapan mencapai kesepakatan pada musim panas ini.

Raksasa Liga Primer menawarkan £55 juta untuk Kounde, yang bahkan telah menjanjikan rumah Lukaku untuk ditinggali setelah sang striker itu kembali ke Inter Milan dengan status pinjaman, tetapi Barca menghancurkan hati Chelsea sekali lagi. #CFC

Pos terkait