Didier Drogba Ungkap Situasi Final Liga Champions 2012, Awalnya Mustahil Menjadi Mungkin!

  • Whatsapp

Info Chelsea FC – Salah satu legenda Chelsea, Didier Drogba mengungkap situasi saat final Liga Champions 2012.

Kala itu, Chelsea berhasil mematahkan prediksi pecinta sepak bola, sukses mengalahkan Bayern Munich dan merengkuh trofi Liga Champions untuk yang pertama kalinya.

Bacaan Lainnya

Sejak babak penyisihan Liga Champions 2012, Chelsea memang sama sekali tak diunggulkan. Bahkan ketika memasuki babak semi final, banyak yang tak percaya kala Chelsea sukses mengalahkan raksasa katalan, Barcelona.

Hingga akhirnya pada 19 Mei 2012, sejarah terukir di stadion Allianz Arena, kandang dari Bayern Munich. Hampir semua pecinta sepak bola menjagokan Bayern Munich pada partai puncak Liga Champions tersebut.

Apalagi setelah terciptanya gol sundulan dari Thomas Muller di menit 83, seketika harapan pupus bagi Chelsea untuk meraih gelar prestisius di Eropa tersebut. Namun ternyata di menit ke-93, gol balasan terjadi.

Sundulan dibalas dengan sundulan. Adalah Didier Drogba, pahlawan yang berhasil menyelamatkan Chelsea sekaligus menjaga asa untuk kemudian, partai puncak tersebut terpaksa dilanjutkan melalui drama adu penalti.

Skor akhir dari partai final yang disaksikan oleh lebih dari 60 ribu penonton tersebut, yaitu 4-3. Drogba kembali menjadi pahlawan, setelah sukses menuntaskan tugasnya sebagai algojo penendang penalti terakhir dari Chelsea.

Melalui akun Twitter pribadinya, Drogba mengungkapkan situasi yang terjadi pada partai final Liga Champions 2012 tersebut.

Awalnya, ia mengaku sempat tak percaya dan berpikir mustahil bisa mengalahkan tim sekelas Bayern Munich.

Chelsea success leaves Drogba speechless | UEFA Champions League | UEFA.com
Didier Drogba

“Stadion penuh dengan suporter lawan (Bayern). Hampir 3/4 isi stadion, dipenuhi oleh warna merah. Tetapi, semangat biru (The Blues) ketika itu membara di seluruh dunia,” tulis Drogba, seperti dikutip Jurnal Soreang dari Twitter @didierdrogba, Senin 25 Mei 2021.

Drogba melanjutkan, biru adalah warnanya dan akan selalu mengalir dalam jiwanya. Sesuatu yang awalnya tidak mungkin (impossible), menjadi mungkin (possible) dalam partai final tersebut. #CFC

Source : Twitter Drogba

Pos terkait