Inilah Sosok Mantan Kepala Eksekutif UNICEF yang Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Chelsea Tidak Bangkrut!

  • Whatsapp
Source Google

Info Chesea FC – Inilah sosok Mike Penrose mantan Kepala Eksekutif UNICEF yang akan mengelola keuangan hasil penjualan Chelsea dari Roman Abramovich.

Ada pertaruhan nyawa dari Mike Penrose dalam ketegangan pembelian Chelsea oleh konsorsium Amerika Todd Boehly.

Bacaan Lainnya

Mike Penrose yang memberikan jaminan kepada Pemerintah Inggris terkait hasil penjualan Chelsea agar tidak mengalir ke tangan Abramovich.

Sebelumnya, jajaran Pemerintah Inggris meragukan keinginan Abramovich yang akan menyalurkan semua hasil penjualan Chelsea pada korban invasi Rusia di Ukraina.

Abramovich yang ingin membuat badan amal mandiri ditentang Pemerintah Inggris.

Situasi tegang yang sempat muncul kabar Chelsea bisa saja bangkrut karena batas pengambil alihan klub sepakbola asal Inggris itu adalah 13 Mei.

Namun, tidak berselang lama dalam ketegangan pembelian Chelsea oleh Todd Boehly dari Abramovich itu muncul sosok Mike Penrose.

Mike Penrose merupakan mantan Kepala Eksekutif UNICEF yang dipilih Abramovich untuk mengelola uang senilai £2,5 miliar hasil penjualan Chelsea.

Abramovich yang ingin membuat badan amal mandiri ditentang Pemerintah Inggris.

Situasi tegang yang sempat muncul kabar Chelsea bisa saja bangkrut karena batas pengambil alihan klub sepakbola asal Inggris itu adalah 13 Mei.

Namun, tidak berselang lama dalam ketegangan pembelian Chelsea oleh Todd Boehly dari Abramovich itu muncul sosok Mike Penrose.

Mike Penrose merupakan mantan Kepala Eksekutif UNICEF yang dipilih Abramovich untuk mengelola uang senilai £2,5 miliar hasil penjualan Chelsea.

Presentasi itu termasuk janji bahwa Abramovich dan rekan-rekannya tidak akan mendapat manfaat dari hasil penjualan klub ke konsorsium Amerika.

“Tidak ada orang yang memiliki asosiasi akan dipekerjakan untuk melakukan apa pun,” katanya.

“Tidak ada yang bisa menerima keuntungan finansial dari ini sama sekali,” tambah Penrose.

Penrose bahkan memberikan jaminan pertaruhkan nyawanya dalam pengelolaan hasil penjualan Chelsea tersebut.

Dia akan bersikeras tidak akan terlibat jika Abramovich atau rekan-rekannya mau memberikan masukan ketika badan amal itu akhirnya diluncurkan.

Penrose dikabarkan telah menyerahkan dokumen yang menguraikan rencana untuk penggunaan hasil penjualan Chelsea itu kepada Pemerintah Inggris.

Penrose dalam keterangannya mengaku belum pernah bertemu dengan Abramovich. Namun, hubungan mereka terjadi lantaran Penrose adalah mantan Ketua Soccer Aid.

Mike Penrose, seorang eksekutif amal kemanusiaan yang pertama kali berhubungan dengan Chelsea saat memimpin Soccer Aid.

“Saya belum pernah bertemu dengannya (Roman Abramovich,red). Saya tidak pernah berbicara dengannya. Mereka (Bruce Buck dan juru bicara Abramovich) menghubungi saya karena saya adalah CEO Unicef ​​UK, saya adalah CEO Action Contre La Faim CEO, saya adalah direktur Kemanusiaan Global untuk Save the Children, dan ketua Soccer Aid,” katanya.

“Mereka menghubungi saya untuk melakukan ini, jadi saya membuat ini secara mandiri atas inisiatif saya sendiri.

Semua yang saya miliki pernah dilakukan dirujuk kembali dan satu-satunya komentar yang pernah saya dapatkan dari Chelsea atau dari orang lain adalah bahwa ini terlihat seperti yang kami inginkan.” tambahnya seperti dikutip dari telegraph, Rabu 18 Mei 2022.

“Konsep saya dan anggaran saya sudah diajukan untuk izin khusus sekarang, dengan harapan apa yang saya minta segera dialokasikan sehingga saya bisa mengatur hal ini dan membawanya ke tingkat yang pemerintah yakini.”

“Jika saya dapat melakukannya dengan sangat cepat, maka mudah-mudahan, ketika penjualan berjalan, mereka dapat mentransfer uang dengan sangat cepat ke yayasan.”

Mike Penrose ingin turun tangan dan rela memberikan jaminan nyawa karena tidak ingin uang bantuan kepada korban invasi Rusia di Ukraina semakin lama menerima bantuan. #CFC

Pos terkait